Sabtu, 02 April 2016

ISU SOSIAL DAN ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI



ISU SOSIAL DAN ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI
(RMK DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN)
DOSEN : SRI RAHAYU SYAH, SE., Ak., M.Ak


Disusun oleh :
KELOMPOK 7

Ø  ALMUDAI                                        (90400114098)
Ø  HARDIYANTI IKRAMUL              (90400114111)
Ø  TRY SUTRIANI SUPARDI             (90400114117)
Ø  M. IZHARUL HAQ                          (90400114126)
Ø  BURHANUDDIN                             (90400114128)
Ø  YUDISTIRANDA                            (90400114133)


AKUNTANSI 2014
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR


PEMBAHASAN

Pada masa sekarang ini manusia berada pada era informasi, hal itu berarti bahwa informasi sudah menyentuh seluruh segi kehidupan dan penghidupan, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, dan tingkat organisasi. Begitu banyak sekali manfaat adanya sistem informasi melalui teknologi-teknologi canggih seperti saat ini, tapi banyak juga dampak negatif untuk masyarakat. Sistem Informasi menimbulkan pertanyaan etika baru baik untuk individu dan masyarakat karena mereka menciptakan peluang bagi perubahan sosial yang intens, dan dengan demikian mengancam distribusi kekuasaan, uang, hak, dan kewajiban yang ada. Seperti teknologi lainnya, seperti mesin uap, listrik, telepon, dan radio, informasi teknologi dapat digunakan untuk mencapai kemajuan sosial, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan kejahatan dan mengancam nilai-nilai sosial dihargai. Pengembangan dari teknologi informasi akan menghasilkan manfaat bagi banyak dan biaya untuk orang lain.
Masyarakat mulai perhatian terhadap etika, terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat menggangu hak privasi individu. Dalam dunia bisnis, salah satu alasan utamanya adalah masalah pembajakan. Namun, subjek etika komputer lebih dalam daripada hanya sekedar masalah privasi dan pembajakan. Untuk itu, isu sosial yang menyebabkan etika berubah negatif maka harus di cegah dari individu dan masyarakat sekitar yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri sendiri maupun orang lain.

ISU ETIKA DAN SOSIAL YANG TEKAIT DENGAN SISTEM INFORMASI
Teknologi dapat membawa perubahan yang cukup besar yang menciptakan isu-isu sosial yang harus diselesaikan masyarakat. meningkatkan kemampuan jaringan teknologi informasi internet, yang memiliki kapasitas penyimpanan dan dapat memperluas jangkauan seperti individu dan organisasi dalam bertindak. Sistem informasi secara online menimbulkan tantangan-tantangan baru yang menciptakan dilema etika, dimana bisa menciptakan akuntabalitas ( pertanggung jawaban) atas konsekuensi sistem informasi, menetapkan standar untuk kualitas sistem pengaman yang melindungi keamanan individu dan masyarakat serta melindungi nilai sosial dan etika yang sangat penting bagi kualitas hidup dalam masyarakat informasi.
Etika (ethics) merujuk pada sebuah prinsip benar dan salah yang digunakan seseorang, yang bertindak sebagai pelaku moral yang bebas, untuk membuat keputusan untuk mengarahkan perilakunya. Sistem informasi menimbulkan pertanyaan etika yang baru baik untuk individu maupun masyarakat karena sistem informasi menciptakan kesempatan untuk perubahan sosial yang besar dan juga membahayakan distribusi kekuatan, uang, dan kewajiban yang ada. Perkembangan teknologi informasi akan menghasilkan banyak manfaat di satu sisi tetapi juga menimbulkan kerugian di sisi yang lain.
Permasalahan etika dalam sistem informasi telah memberikan desakan baru dengan semakin maraknya penggunaan internet dan perdagangan elektronik. Permasalahn etika yang mendesak lainnya yang disebabkan oleh sistem informasi adalah untuk menciptakan akuntabilitas atas konsekuensi sistem informasi, menetapkan standart untuk kualitas sistem pengamanan yang melindungi keamanan individu dan masyarakat, dan melindungi nilai dan institusi yang sangat penting bagi kualitas hidup dalam masyarakat informasi.

1.        Model Pemikiran Tentang Isu Etika, Sosial, dan Politis
Isu etika, sosial, dan politik sangat terkait satu dengan yang lainnya. Dilema etika yang mungkin anda hadapi sebagai seorang manajer sistem informasi biasanya timbul dalam perdebatan sosial dan politik. Pengenalan teknologi informasi yang baru memiliki dampak yang seperti gelombang, menimbulkan isu etika, sosial, dan politis baru yang harus ditangani ditingkat individu, sosial, dan politis. Isu ini memiliki lima dimensi moral: hak dan kewajiban informasi, hak dan kewajiban kepemilikan,kualitas sistem, kualitas hidup, dan akuntabilitas dan pengendalian.
Model ini dapat digunakan untuk menggambarkan dinamika yang menghubungkan isu etika, sosial dan poltis. Model ini juga bermanfaat untuk mengidentifikasi dimensi moral yang utama dari teknologi informasi, yang saling melintasi berbagai tingkatan tindakan individu, sosial, dan politis.
2.      Tren Teknologi Utama Yang Memunculkan Isu Etika
Ada empat tren teknologi utama yang bertanggung jawab atas tekanan-tekanan etika ini, yaitu:
1.      Kecepatan komputasi belipat dua kali setiap 18 bulan, Pengaruh → Banyak organisasi bergantung pada sistem komputer untuk operasi yang penting.
2.      Biaya penyimpanan data menurun dengan cepat, Pengaruh → perusahaan dapat dengan mudah memelihara secara terperinci masing-masing basis datanya.
3.      Kemajuan analisis data, Pengaruh → perusahaan dapat menganalisis data berukuran besar yang diperoleh secara terpisah untuk mengembangkan profil yang terperinci aas perikau individu.
4.      Kemajuan jaringan dan internet, Pengaruh → menyalin data dari lokasi ke lokasi yang lain dan mendapatkan data pribadi dari lokasi yang jauh menjadi sangat mudah.
Kemajuan dalam penyimpanan data telah menyebabkan kejahatan rutin atas privasi individu menjadi murah dan efektif. Sistem penyimpanan data yang besar telah cukup murah untuk suatu daerah dan bahkan perusahaan eceran lokal menggunakannya dalam mengidentifikasi pelanggannya. Penggunaan komputer untuk menggabungkan data dari sumber yang banyak ini dan menghasilkan dokumen elektronik berisi informasi perorangan yang terperinci disebut profiling.
Sebuah teknologi analisis data terbaru yang disebut nonobvious relationship awareness (NORA) telah memberikan lebih banyak kapasitas profiling bagi sektor swasta dan pemerintah. NORA dapat mengambil informasi tentang seseorang dari berbagai sumber yang terpisah, seperti aplikasi karyawan, catatan telepon, daftar pelanggan, dan daftar orang-orang yang dicari. Dan mengaitkan hubungan untuk memperoleh koneksi tersembunyi yang tidak jelas yang mungkin dapat membantu mengedintifikasi pelaku kejahatan atau teroris.
Perkembanagn jaringan komunikasi digital dunia yang secara luas tersedia untuk individu dan perusahaan menimbulkan banyak perhatian etika dan sosial.

ETIKA DALAM MASYARAKAT INFORMASI
Etika adalah suatu masalah bagi manusia yang memiliki kebebasan untuk memilih. Etika adalah tentang pilihan masing-masing orang.
1.      Konsep Dasar: Tanggung Jawab, Akuntabilitas, dan Liabilitas
Pilihan etika adalah keputusan yang dibuat oleh setiap orang yang akan bertanggung jawab untuk setiap konsekuensi yang timbul dari tindakannya.
Tanggung jawab (responsibility) adalah sebuah elemen penting dari tindakan etika.
Akuntabilitas (accountability) adalah ciri-ciri dari sistem dan institusi sosial: ini berarti bahwa ada mekanisme yang menetukan siapa yang melakukan tindakan yang bertanggung jawab, siapa yang bertanggung jawab.
Liabilitas (liability) adalah ciri dari sistem politis dimana suatu badan hukum mengambil peranan yang memberi izin kepada individu untuk memperbaiki kerugian yang disebabkan oleh pelaku,sistem atau organisasi lain.
2.      Analisis Etika
Ketika dihadapkan pada situasi yng tampaknya memunculkan isu etika, dalam menganalisis masalah. Terdapat lima langkah berikut untuk mengatasinya, antara lain:
  1. Identifikasi dan jelaskan faktanya dengan jelas.
  2. Didefinisikan konflik atau dilemanya dan identifikasi nilai-nilai luhur yang terlibat.
  3. Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingannya.
  4. Identifikasi pilihan yang dapat anda ambil denagn beralasan.
  5. Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan anda.
3.      Prinsip Etika Kandidat
  1. Perlakuan orang lain seperti apa yang anda harapkan dari orang lain (Golden Rule).
  2. Jika sebuah tindakan tidak baik untuk dilakukan oleh semua orang, tindakan itu tidak baik untuk dilakukan oleh siapapun juga.
  3. Jika sebuah tindakan tidak tepat dilakukan berulang-ulang, tindakan ini tidak tepat diambil.
  4. Ambil tindakan yang dapat mencapai sebuah nilai yang lebih besar atau luhur.
  5. Ambil sebuah tindakan yang menghasilkan potensi bahaya atau biaya yang paling sedikit.
  6. Asumsikan bahwa sebenarnya semua objek nyata dan tidak nyata dimiliki oleh seseorang kecuali jika ada pernyataan khusus yang lain (disebut dengan aturan etika “tidak ada makan siang gratis”ethical “no free lunch” rule).
4.      Kode Etik Profesi
Setiap sekolompok orang ingin mengaku sebagai profesional, mereka mengambil hak khusus dan kewajiban karena klaim khusus mereka untuk pengetahuan, kebijaksanaan, dan rasa hormat. Kode etik profesional yang diumumkan oleh asosiasi profesional, seperti Asosiasi Medis Amerika (AMA), American Bar Association (ABA), Asosiasi Profesi Teknologi Informasi (AITP), dan Association for Computing Machinery (ACM). Kelompok-kelompok profesional mengambil tanggung jawab untuk pengaturan parsial profesi mereka dengan menentukan kualifikasi masuk dan kompetensi. Kode etik adalah janji-janji oleh profesi untuk mengatur diri mereka sendiri untuk kepentingan umum masyarakat. Sebagai contoh, menghindari merugikan orang lain, menghormati hak milik (termasuk kekayaan intelektual), dan menghormati privasi antara General Moral Imperatif dari ACM Kode Etik dan Perilaku Profesional.
5.      Dilema Etika
Sistem informasi telah menciptakan dilema etika baru di mana satu set kepentingan diadu lain. Sebagai contoh, banyak dari telepon besar perusahaan di Amerika Serikat menggunakan teknologi informasi untuk mengurangi ukuran tenaga kerja mereka. Perangkat lunak pengenalan suara mengurangi kebutuhan operator manusia dengan memungkinkan komputer untuk mengenali respon pelanggan untuk serangkaian pertanyaan komputerisasi.


DIMENSI MORAL SISTEM INFORMASI
1.      Hak Informasi : Privasi dan kebebasan di era internet
Privasi adalah klaim individu untuk dibiarkan sendiri, bebas dari pengawasan atau intervensi dari individu atau organisasi lain, termasuk Negara. Klaim atas privasi juga terdapat dalam dunia kerja, contoh ; jutaan karyawan menjadi subyek pengawasan elektronik dan bentuk teknologi tinggi lainnya (Ball, 2001). Teknologi dan sistem informasi membahayakan klaim individu atas privasi dengan membuat invasi terhadap privasi menjadi murah, menguntungkan, dan efisien.
  • Tantangan Internet Terhadap Privasi
Teknologi internet menimbulkan tantangan baru atas perlindungan privasi pribadi. Karena informasi yang dikirim melalui jaringan yang sangat luas mungkin saja melewati banyak sisten komputer yang Berbeda sebelum informasi mencapai tujuan akhirnya. Setiap sistem ini mempunyai kemampuan untuk melakukan pengawasan, pengambilan, dan penyimpanan komunikasi yang melewati sistem tersebut.
Sangat memungkinkan untuk merekam semua aktivitas online dari puluhan juta orang, termasuk kelompok berita (news group) atau file online mana yang telah diakses, situs web dan halaman web mana yang telah dikunjungi, dan barang apa saja yang telah dilihata oleh orang-orang.
  • Solusi Teknis
Selain perundang-undangan, teknologi baru telah bermunculan untuk melindungi privasi pengguna selama berinteraksi di Web. Saat ini juga ada perangkat yang membantu pengguna menentukan jenis data pribadi yang dapat diambil oleh situs-situs Web. Batasan preferensi Privasi, yang disebut dengan P3P, menentukan komunikasi otomatis kebujakan privasi antara sebuah situs perdagangan dan pengunjungnya.
  1. Hak Kekayaan : Kekayaan Intelektual
Sistem informasi yang kontemporer memiliki tantangan yang berat bagi undang-undang dan praktik yang ada serta melindungi kekayaan intelektual pribadi. Kekayaan intelektual dianggap sebagai kekayaan tidak tampak yang diciptakan oleh seseorang atau perusahaan. Teknologi informasi telah membuat perlindungan kekayaan intelektual yang sulit dilakukan karena informasi yang terkomputerisasi dapat dengan mudah digandakan atau didistribusikan pada jaringan. Kekayaan intelektual dilindungi oleh berbagai perlindungan dalam tiga tradisi sah yang berbeda, yakni rahasia, hak cipta, dan hak paten.
  • Rahasia Dagang
Produk karya intelektual apapun-rumus, perangkat, pola, atau kompilasi data yang digunakan untuk sebuah tujuan bisnis dapat diklasifikasikan sebagai rahasia dagang (trade secret), asalkan hal itu tidak didasarkan pada informasi di domain publik. Perlindungan untuk rahasia dagang bervariasi di setiap negara. Pada umumnya, undang-undang rahasia dagang mengizinkan monopoli untuk ide-ide dari sebuah produk karya, meskipun monopoli tersebut bisa jadi sangat lemah.
  • Hak Cipta
Hak cipta adalah pengakuan oleh undang-undang yang melindungi pencipta kekayaan intelektual dari penggandaan hasil karyanya oleh pihak lain untuk tujuan apapun selama usia hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah penciptanya meninggal. Sedangkan untuk perusahaan, perlindungan hak cipta akan berakhir 95 tahun setelah penciptaan pertamanya.
·         Hak Paten
Hak paten memberikan hak monopoli eksklusif kepada pemilik gagasan yang melatar belakangi suatu penemuan. Konsep-konsep dasar dalam undang-undang hak paten adalah orisinalitas, kebaruan, dan penemuan. Kekuatan perlindungan hak paten adalah bahwa hak paten memberikan hak monopoli untuk sebuah konsep dasar dan gagasan dari piranti lunak.

PRAKTIK APLIKASI SIM
Penggunaan teknologi informasi memiliki dampak yang besar dalam masalah isu etika dan sosial, berkenaan dengan hal ini terdapat dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif dari teknologi informasi adalah:
a.      Sebagai media yang dapat menghemat biaya
Pemanfaatan teknologi informasi dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tip-ex, proses editing, dsb yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless). Lebih efisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file. Makanya dahulu banyak kursus mengetik, sekarang sudah jarang kita temui kursus mengetik apalagi di kota-kota besar.

b.      Internet sebagai media komunikasi
Merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web) / jaringan situs-situs web para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi dengan cepat dan murah.

c.       Pendidikan
Menjadi media pendidikan, karena adanya situs-situs yang berhubungan pendidikan. Sehingga mendorong seseorang untuk kembali belajar, dan menambah wawasan yang ada.

d.      Media untuk mencari informasi atau data
Perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi melalui internet membuat para pelaku IT tahu apa saja yang terjadi. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

e.       Perdagangan
Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. Seperti, pengiriman barang melalui paket.

f.       Agama
Adanya situs-situs rohani,dapat menambah iman serta pengetahuan manusia tentang agama.
Sedangkan dampak negatifnya adalah:
  • Penggunaan komputer yang bertujuan untuk memperingan dan mempercepat pekerjaan, di sisi lain bisa menimbulkan pengangguran, karena beban pekerjaan semakin berkurang dengan adanya komputer.
  • Adanya kemungkinan penyalahgunaan data untuk kepentingan pribadi. Kemudahan pengelolaan informasi dalam bentuk pangkalan data memberi peluang untuk memindahkan data yang tadinya milik pribadi atau rahasia dapat diakses oleh orang lain.
  • Perlindungan terhadap hak cipta seseorang sulit diwujudkan. Sebuah karya atau kumpulan data dapat dengan mudah dikopi dan dimiliki oleh orang lain tanpa seizin pemilik informasi tersebut. Terlebih jika tujuannya digunakan untuk mencari keuntungan pribadi.
  • Ketergantungan pada komputer menimbulkan kelemahan bila listrik mati atau komputer terserang virus, maka data tidak dapat diakses.
  • Ketidakmampuan sumber daya manusia dalam menguasai teknologi dapat menimbulkan kendala dan memunculkan anggapan bahwa teknologi justru menghambat pekerjaan.
  • Perjudian.

 
DAFTAR PUSTAKA
Jane, Louden P., and Louden C.Kenneth. 2012. Chapter 4. Ethical and Social        Issues in Information Systems. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Putri, Heny Cahaya. 2015. Etika dan Masalah Sosial dalam Sistem Informasi.             http://henycaput.blog.upi.edu/2015/10/04/etika-dan-masalah-sosial-dalam-  sistem-informasi/, diakses 28 Maret 2016.
Rakhmad, Andro Agil Nur. 2015. Bagaimana Mengatasi Isu Sosial dan Etika        dalam Sistem Infromasi.             http://combobook.blogspot.co.id/2015/02/bagaimana-mengatasi-isu-sosial-  dan.html, diakses 28 Maret 2016.
Sulistia, Eka Rachman. 2015. Isu Sosial dan Etika dalam Sistem Informasi. From             http://ekarachmansulistia.blog.upi.edu/2015/10/05/isu-sosial-dan-etika-        dalam-sistem-informasi/, diakses 27 Maret 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar